書海Apsû
Peta Pondok Panduan
Daftar sebagai pelayar

書海 ApsûVoyage of a Thousand Books

選擇語言 · Choose your language

Peta Lautan Buku

Geser atau perbesar peta. Ketuk sebuah pulau untuk naik ke darat.

← Kembali ke peta

← Kembali ke pulau · Tasmania
Short-beaked Echidna
Finish the notes and leave a bottle to get the Short-beaked Echidna
Daftar untuk mengumpulkan bangunan ini
Jangan Bereaksi pada Segala Hal
Judul asli:仕事も人間関係もうまくいく放っておく力
Penulis:Shunmyo Masuno ⓘ
Jangan Bereaksi pada Segala Hal

0:00
    Banyak hal dalam hidup memang tak pernah berada dalam kendali kita. Alih-alih bereaksi terhadap segalanya, lepaskan hal-hal itu dan curahkan energimu pada apa yang bisa kamu lakukan “di sini, saat ini, oleh dirimu sendiri”.
    Progres membaca 80%
    ▶ Malas baca tulisan? Ini video ulasan bukunya :)
    ▶ Video ulasan buku segera hadir
    Sail to Tasmania

    Buku ini cocok untuk siapa?

    • Orang yang sangat peduli pandangan orang lain dan terus membaca suasana hati orang
    • Mereka yang kewalahan oleh pesan, media sosial, dan banjir informasi
    • Orang yang mudah menyesal dan cemas, serta sering menanggung masalah orang lain
    • Siapa pun yang menginginkan buku samping tempat tidur yang bisa dibuka di halaman mana saja

    Siapa penulisnya?

    • Lahir 1953 di Kanagawa, Jepang; kepala biara Kenkoji, kuil Zen Soto, yang berlatih di Sojiji, salah satu kuil utama aliran Soto, setelah lulus kuliah
    • Profesor desain lingkungan di Tama Art University dan perancang taman Zen yang dikenal internasional, dengan karya seperti taman Kedutaan Besar Kanada di Tokyo dan taman Jepang di Berlin; dianugerahi Salib Jasa Federal Jerman
    • Disebut Newsweek Jepang pada 2006 sebagai salah satu “100 orang Jepang yang paling dihormati dunia”
    • Penulis banyak buku laris tentang Zen dan kehidupan sehari-hari; terjemahan bahasa Inggrisnya, The Art of Simple Living, menjadi buku laris internasional

    Buku lainnyaDon't React to Everything 2: Practicing Non-Attachment (2025, edisi Taiwan);The Art of Simple Living / Zen: The Art of Simple Living (2019, terjemahan Inggris)

    Struktur buku

    🔒 Arrive at Tasmania and visit the Short-beaked Echidna to unlock this

    Sail to Tasmania
    Gagasan inti: kekuatan membiarkan

    Judul Jepangnya kurang lebih berarti “Kekuatan membiarkan (放っておく力) yang membuat pekerjaan dan hubungan berjalan lancar”. Penulis berangkat dari ungkapan Zen “hōgejaku”: lepaskan semua kemelekatan.

    • Banyak hal tak bisa dikendalikan dengan kekuatan kita: apa yang dipikirkan orang lain, apakah orang bisa saling memahami sepenuhnya, apa yang akan terjadi di masa depan—semuanya bukan wewenang kita
    • Curahkan energi pada saat ini: fokus pada “apa yang sedang kamu lakukan sekarang” dan “apa yang bisa kamu lakukan sekarang”
    • Di sini, saat ini, diri sendiri: hanya melakukan apa yang semestinya dilakukan saat ini, di tempat ini, sebagai dirimu—inilah pijakan inti buku ini
    • Kenali bedanya: mampu membedakan apa yang “harus dilepaskan” dari apa yang “tidak boleh dilepaskan” adalah cara hidup yang baik

    Buku ini berisi 99 latihan Zen, masing-masing satu atau dua halaman, dan bisa mulai dibaca dari mana saja:

    1. Jangan memaksakan diri masuk (001–021): hubungan lebih baik bila sedikit “ringan”
    2. Jangan biarkan semuanya mengganggumu (022–040): jalan keluar dari gelisah, cemas, dan marah
    3. Jangan bereaksi terhadap segalanya (041–061): latihan agar pikiran tidak terkikis
    4. Jangan melelahkan diri untuk hal sia-sia (062–081): cara berpikir yang menghindarkan masalah yang tak perlu
    5. Jangan bersikeras menentukan benar dan salah (082–099): rahasia hidup dengan ringan
    Bab 1: Jangan memaksakan diri masuk—hubungan yang lebih ringan lebih baik

    Dalam berhubungan dengan orang lain, penulis menganjurkan menjaga jarak, tidak ikut campur, dan tidak menuntut dipahami; hubungan yang “lebih ringan” justru lebih mudah.

    • Tetap tenang, jangan berusaha mengubah orang lain: jangan mengasingkan diri atau membentuk kelompok eksklusif; amati dengan tenang dan jangan ikut campur. Prinsip yang sama berlaku antara orang tua dan anak, serta atasan dan bawahan
    • Memahami separuh sudah pas: kamu tak perlu memahami orang lain sepenuhnya; yang tak bisa kamu pahami, pilihlah untuk melepaskannya
    • Anggota keluarga pun tetap orang lain
    • Di tempat kerja, jaga tetap ringan: jangan mengasingkan diri atau membentuk faksi; tetaplah tidak ikut campur
    • Berhenti terus membaca suasana hati orang: selalu memperhatikan raut wajah orang sebenarnya berasal dari rasa kecil hati, membengkokkan diri agar cocok. Interaksi yang tulus itulah yang membuat hubungan bertahan
    • Perkaya waktu sendirian: kesendirian adalah kesempatan merenungkan masa lalu dan memikirkan masa depan; sendirian di alam yang kaya adalah kemewahan terbesar dalam hidup
    • Jangan biarkan media sosial memperalatmu; berhenti menghitung untung-rugi; ikuti arus
    • Rendah hati, rendah hati, dan rendah hati lagi; dan perluas “lingkaran suasana hati baik” tempat kamu merasa nyaman
    • Lepaskan masa lalu: yang sudah lewat biarlah lewat; ucapkan selamat tinggal pada kejayaan masa lalu
    • Waspadai orang-orang yang negatif
    Bab 2: Jangan biarkan semuanya mengganggumu—keluar dari gelisah, cemas, dan marah
    • Kalau tidak tahu, berhentilah memikirkannya: tak ada gunanya merenungkan yang tak bisa diketahui; jadilah saja “orang pelupa”
    • Lepaskan topeng orang baik: tidak berpura-pura membuat hubungan lebih mudah
    • Jangan mencari tahu “rata-rata”: tak ada “hidup rata-rata”, jadi jangan bandingkan pilihan orang lain dengan pilihanmu; kalau kamu peduli opini publik, kamu sudah kalah
    • Kalau harus membandingkan, bandingkan dengan “dirimu kemarin”
    • Segera lupakan apa yang sudah kamu lakukan untuk orang lain; sebaliknya, ingatlah untuk berterima kasih kepada yang mendukungmu
    • Janji yang batal itu wajar, “hal tak terduga” membuat hidup lebih menarik: terima bahwa rencana akan terganggu
    • Berhenti menyesal dan mulailah meninjau: ubah penyesalan menjadi refleksi dan periksa dirimu secara berkala
    • Jangan terpaku pada “celah kecil”, dan berlatihlah menjadi orang yang bisa melontarkan lelucon
    • Bereskan barang yang tak terpakai: barang yang tak terpakai seperti lemak berlebih di tubuh, membebani pikiran; dan ini bukan “membuang”, melainkan “melepaskan”
    Bab 3: Jangan bereaksi terhadap segalanya—hentikan pengikisan pikiran

    Orang modern terlatih untuk menanggapi segalanya seketika, dan pikiran terkikis sedikit demi sedikit. Bab ini mengajarkan cara merebut kembali perhatianmu.

    1. Kelola gerbang informasi

    • Sesekali tutup gerbang informasi: kebiasaan yang perlu untuk ketenangan batin
    • Jangan pernah melahap informasi berlebihan
    • Jangan menelan semuanya mentah-mentah

    2. Perlambat reaksimu

    • Tarik satu napas sebelum menjawab; bicaralah dengan hati-hati
    • Jangan terburu-buru, jangan terburu-buru, jangan tak sabar; belajarlah melambat
    • Katakan “aku tidak tahu” dengan percaya diri: dianggap ketinggalan zaman tidak apa-apa; tak perlu berpura-pura tahu segalanya

    3. Pertahankan porosmu sendiri

    • Hidup dengan kemandirian penuh: “semua orang” dalam “semua orang begitu” sebenarnya tidak ada; itu hanya dalih untuk ikut-ikutan
    • Jangan mudah membengkokkan prinsip atau hanyut bersama orang banyak
    • Sembilan puluh persen urusan orang lain bukan urusanku; jangan ikut campur, dan jangan berharap terlalu banyak
    • Cobalah sudut pandang lain, putus kebiasaan mengulang kalimat yang itu-itu saja, dan pahami sepenuhnya bahwa “setiap orang berbeda”
    • Waspadai pemborosan; jangan terus tenggelam dalam kesedihan; akui dengan lapang bahwa “yang baik ya baik”
    • Curahkan seluruh perhatian pada pekerjaan di depanmu
    Bab 4: Jangan melelahkan diri untuk hal sia-sia—cara berpikir yang menghindarkan masalah
    • Di sini, saat ini, diri sendiri: saat cemas atau murung, kembalikan perhatian pada apa yang semestinya kamu lakukan sekarang alih-alih tenggelam dalam emosi
    • Yang berpegang pada masa lalu akan kehilangan masa depan; pekerjaan pun tidak kekal
    • Jangan mengandalkan esok: pepatah Zen “biksu yang lalai tidak menanti esok”—tak ada yang tahu apakah esok akan datang, jadi selesaikan pekerjaan hari ini hari ini juga dan fokus pada apa yang bisa kamu usahakan
    • Berpikirlah seoptimis mungkin, dan buat perubahan kecil setiap hari untuk lepas dari kemandekan
    • Pegang caramu sendiri dalam mengerjakan sesuatu
    • Mainkan peranmu dengan baik, dan terus asah apa yang kamu kuasai
    • Jangan mengambil keputusan di malam hari
    • Jangan meremehkan diri, dan jangan melebih-lebihkan diri; jangan mempersulit dirimu maupun orang lain
    • Jauhi perebutan pengaruh, dan lindungi dirimu dari “kelelahan bersaing”; saring kembali pilihan-pilihanmu
    • Pendidikan tinggi tak berarti pandai bekerja; jauhi perbuatan salah; tingkatkan kemampuan melihat ke depan
    Bab 5: Jangan bersikeras soal benar dan salah—rahasia hidup dengan ringan
    • Hidup tak mengenal untung atau sial, segala sesuatu tidak baik dan tidak jahat: saat sakit, ingatkan diri bahwa “segala sesuatu tidak kekal”, dan semuanya akan berakhir
    • Semua pilihanmu benar: ada lebih dari satu jawaban benar, dan “bagaimana kamu menjalankannya” lebih penting daripada “apa yang kamu pilih”. Penulis menggemakan Lewis Carroll: jika kamu tak tahu ke mana hendak pergi, jalan mana pun akan membawamu ke sana
    • Abaikan “suara dari luar lapangan”: seperti manajer bisbol yang tak perlu menggubris cemoohan dari tribun, fokuslah membuat keputusan terbaik. Untuk kritik yang tak menyenangkan, kadang pura-pura tak melihat adalah kebijaksanaan—hadapi dengan ringan “ah, itu lagi” dan jangan dipegang
    • Penyesalan hanyalah delusi; kegagalan hanyalah lecet kecil
    • Kumpulkan dengan tekun; mimpi bukan untuk “digenggam di tangan”, melainkan “digantung tinggi-tinggi”
    • Saat sibuk, kamu justru makin butuh jeda bernapas
    • “Orang normal” itu tidak ada
    • “Argumen yang kuat” tidak meyakinkan orang: meski menang, kamu tak berhak menghancurkan orang lain; mundur selangkah membuka langit dan memadamkan percikan konflik
    • Pada mulanya manusia tak memiliki apa-apa
    • Tanyakan pada diri apa misimu, dan akhirnya lakukan yang terbaik, lalu lepaskan sisanya
    Membawa kekuatan membiarkan ke kehidupan sehari-hari

    Latihan yang berulang di sepanjang buku bisa diringkas menjadi beberapa latihan harian:

    1. Pilah dulu: saat sesuatu mengganggumu, tanyakan apakah itu dalam kendalimu. Urusan orang lain, masa lalu, dan masa depan—lepaskan itu dulu
    2. Tuliskan: urai pikiranmu dengan menulis, dan temukan satu hal yang bisa kamu lakukan sekarang
    3. Berhenti sejenak satu napas: sebelum membalas seseorang atau menjawab pesan, berhentilah sebentar; jangan buru-buru bereaksi
    4. Simpan reaksimu untuk sedikit hal penting: energi batinmu terbatas; kamu tak perlu bersikap atas segala hal
    5. Rebut kembali perhatianmu: kurangi membaca raut orang, kurangi membandingkan dengan rata-rata, kurangi mendengar suara dari luar lapangan
    6. Kembali ke di sini, saat ini, diri sendiri: kerjakan pekerjaan hari ini dengan baik dan serahkan sisanya pada ketidakkekalan

    Penulis menekankan bahwa kuncinya adalah tahu membedakan apa yang “harus dilepaskan” dari apa yang “tidak boleh dilepaskan”, dan menyimpan tenagamu untuk orang dan hal yang benar-benar penting.

    Pendapat Shang

    Segera hadir

    Ringkasan buku lainnya

    • 《別對每件事都有反應》讀後心得:愈淡泊愈美好(閱讀前哨站)
    • 《別對每件事都有反應》讀書筆記(方格子 vocus)
    • 雜記|別對每件事都有反應(方格子 vocus)
    Sampul adalah desain orisinal, bukan sampul asli dari penerbit

    Leave a bottle

    Share your thoughts! You might meet voyagers who think just like you.

    …
    Shang

    Shang

    Buku-buku Shang

    Panduan Pelayar

    Dunia ini

    Lautan Buku punya 16 pulau nyata, satu untuk setiap topik. Setiap bangunan di pulau adalah sebuah buku.

    Yang bisa kamu lakukan sekarang

    • Ketuk pulau di peta untuk naik ke darat
    • Ketuk bangunan untuk membaca catatan tentang buku itu
    • Temui Shang di Pondok Sang Pencerita

    Segera hadir

    • Bab 2: daftar sebagai pelayar, layarkan kapalmu, kumpulkan lencana bangunan, kirim pesan dalam botol
    • Bab 3: kerang, pasar pelabuhan, menyingkap kabut, peringkat
    • Bab 4: obrolan pribadi dengan pelayar lain

    Simbol

    Ganti bahasa

    Pendaftaran Pondok Sang Pencerita

    Sebelum berlayar, Shang akan mendaftarkan kapalmu.

    Buku Log

    Kotak Masuk

    Peringkat

    Buku Log

    Tinjau botol

    Shang

    書海 Apsû

    回海圖